Iwan Fals – Engkau Tetap Sahabatku
Engkau Tetap Sahabatku
Lirik/lagu : Iwan Fals

Album Cover
Dia adalah sahabatku bahkan lebih
Dia adalah yang diburu, datang padaku
Sekedar lepas lelah dan sembunyi
Untuk berlari lagi
Dia adalah yang terbuang, mengetuk pintuku
Penuh luka dipunggungnya merah hitam
Dia menjadi terbuang
Setelah harapannya dibuang
Bapaknya pegawai kecil, kelas sandal jepit
Yang kini di dalam penjara, sebab bela anaknya
Untuk darah daging yang tercinta
Selesaikan sekolah
Sahabatku gantikan bapaknya, coba mencari kerja
Namun yang didapat cemooh, harga dirinya berontak
Lalu dia tetapkan hati
Hancurkan sang pembuang
Air putih aku hidangkan, aku dipersimpangan
Aku hitung semua lukanya
Seribu bahkan lebih
Sejuta… lebih
Pagi buta dia berangkat diam-diam
Masih sempat selimuti aku yang tertidur
Aku terharu, doaku untukmu
Sebutir peluru yang tinggal dibawah bantalnya
Beri tali jadikan kalung lalu kukenakan
Sekedar mengingatmu kawan
yang terus berlari
Selamat jalan kawan
Selamat menangi air mata
Hei, sahabat yang terbuang
Engkau sahabatku, tetap sahabatku
Engkau sahabatku, tetap sahabatku
Engkau sahabatku, tetap sahabatku
Engkau sahabatku, tetap sahabatku
Engkau sahabatku, tetap sahabatku
XAT
Wiseman said | Andrew T. Somers :
“Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.”
Cara Mudah Mendeteksi Virus Conficker
§
Cara praktis ditawarkan oleh situs Conficker Working Group, sebuah kelompok yang khusus dibentuk untuk mengawasi infeksi Conficker alias Downadup alias Kido di dunia. Uji visual itu bisa anda akses pada alamat ini :
http://www.confickerworkinggroup.org/infection_test/cfeyechart.html
Halaman itu menampilkan enam buah gambar dalam dua baris bersusun, tiga di atas dan tiga di bawah. Jika tiga gambar di atas tak bisa muncul, maka kemungkinan
komputer terinfeksi Conficker versi A/B. Jika dua gambar di baris atas tidak tampil, kemungkinannya adalah infeksi Conficker versi C.
Read more…
Wiseman said | Martin Luther :
“Terlalu banyak orang Kristen yang merasa iri kepada orang-orang berdosa atas kesenangan mereka dan kepada orang-orang kudus atas sukacita mereka karena mereka tidak memiliki keduanya.”
Rindu Seruni
Resah mengusap malam sunyi
Bersama desah angin ringan menemani
Sesekali menggaruk kepala dan kaki
Sudah sebulan mungkin tak mandi
Didepan gubuk reyot itu sedang duduk sendirian
Matanya yg bening memantulkan sinar rembulan
Seruni, ketika ku hampiri memberikan senyuman
Seruni, ketika menunggu sang ibu pulang…
Sebentar katanya tapi tak juga kembali
Sabar katanya tapi tetap saja ibu pergi
Menunggu disini dari bangun pagi
Perut lapar belum juga bisa di isi
Menengadahkan wajah menatap kegelapan
Sesekali memandang ke sudut jalan
Lewat situlah ibu pulang membawa makanan
bersama segala kasih sayang dan kehangatan
Tenanglah sobat kecilku
Aku disini menemanimu
Sambil menunggu ibumu
Ku bawa makanan untukmu
Makanlah jangan malu-malu
Lapar dari pagi malah enggan menyuap makanan
Bukannya mereguk air malah melirik sudut jalan
Lauk belum habis malah dibungkus dan disimpan
Buat ibu katanya, biar ikut merasakan…
Aku pun terharu
mendengar ucapan itu
Begitu polos dan lugu
Jujur tanpa ragu
Di tengah malam yang dingin ini
Ku tunjuk rembulan untuk Seruni
Gadis kecil menunggu ibu kembali
Tenanglah ada rembulan menemani
DSNS/07 Maret 2009
Wiseman said | Henry van Dyke :
“Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian.”
Takdir Cinta
Jarak yang jauh memisahkan kita
Bukannya kau tidak mencintaiku
Saat aku muncul dihadapanmu
Tapi karena kita saling mencintai
Namun tahu bahwa
takdir akan selamanya memisahkan kita
XAT
Wiseman said | Mahatma Gandhi :
“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh.”
Manusia Khilaf
Warna yang gelap melukis kalbu
Melamurkan pandangan hati
Dalam senyap tak mau berlalu
Hingga tiba jiwaku berhenti
Bertahun sudah merengkuh kebebasan
Bertahun pula di hujam kesepian
Tiada seorang pun yang tahu kenapa
Tiada seorang yang mau berkata
Aku adalah manusia khilaf
Yang memohon-mohon sejuta maaf
Kepada Tuhan Maha Kuasa
Untuk sudi melenyapkan derita.
DSNS/8 Februari 2009
Wiseman said | Epictetus :
“Di tiap musibah yang menimpa Anda, ingatlah untuk bercermin dan bertanya tentang daya apa yang bisa Anda upayakan guna menarik pelajaran positif dari kejadian itu.”



Komentar Terakhir