Hanya Untukmu

Diri ini hanya bisa menyesali
Hanya bisa bermain dengan segumpal angan-angan
Bersama lamunan yang tiada berkesudahan
Membuat kepalaku semakin berputar
Nafasku sesak bila mengingat
Saat diriku dan cintanya berpadu satu

Kala hujan mengguyur segalanya
Dan gelap berpadu malam
Hari-hari begitu menggigil
Setiap tetes hujan ku kulihat wajahnya
Setiap bunyi hujan ku tembangkan
Ku padukan keduannya dalam sunyinya hatiku
Namun semuanya takkan membuatku mengerti
Seakan kuharapkan datangnya mentari
Agar memberiku sejuta terang

Ku kembali ingat tentang dirinya
Wajahnya begitu cantik membuat aku bahagia
Ketika dirinya menginginkan diriku untuk bernyanyi
Menyanyikan tembang cinta
Kemudian aku berteriak
Karena dia ingin aku membuktikan kebesaran cintaku padanya…

Dijalan ini, ku pandang kedua bola matanya yang bening,
Menggoda batinku
Dan ku kecup bibirmu dalam nuansa cinta
Dan ku bawa dirinya ke angkasa
Dan berpeluk mesra, dirimu pasrah…
Kemudian ku berikan cerita indah
Membuat dirinya terbuai
Sambail memandang burung di angkasa

Kemudian ku ajak dia berlari
Sambil berpegangan tangan
Ketika dirinya menginginkan diriku tuk bernyanyi lagi
Dia berhenti dan mengambil sekuntum bunga putih
Seputih cintanya padaku…
Ku peluk tubuhnya erat-erat
Seakan tak ingin aku melepaskannya
Betapa bahagianya selalu bersamanya…

Kemudian aku dan dia berjanji untuk sehidup semati
Kami bersama angin yang tenang
Dan saling bercinta…
Dan dijalan ini sebagai saksi bisu
Dan dijalan ini kami bercanda seperti anak kecil
Tak perduli jam terus berputar…
Selalu yakin akan mega-mega yang tersenyum…

Betapa semuanya begitu indah
Angkasa nan biru, semuanya indah
Karena dia mengalunkan tembang cinta

Kami kembali berlari melawan angin
Ketika dia berhenti melangkah
Dan memberi sebuah senyum padaku
Kemudian ia sibakkan rambutnya yang terurai
Dia ia menggenggam kedua tanganku
Dan ia menunduk, seakan bersedih
AKu tak tahu mengapa
Yang kutahu ia sangat bahagia saat ini…
Ia memandangku, begitu pedih kelihatannya
Ia seakan ilusi yang berubah nyata
Dan dia ingin pergi dari diriku dan anganku
Ia hilang dari harapanku… Harapanku…
Putih kabut tebal manutup bayangan dirinya
Ia berlari jauh sekali…
Ketika cerahnya mentari merubah mendung
Memang mendung hatiku…
Ingin ku menangis
Namun aku harus kuat…
Ia seakan terbang keangkasa
Dan tak mungkin aku kejar…
Tetesan hujan mengusikku
Kemudian kupandang angkasa itu
Dan ku rasa inilah bagian cinta yang tak terlupakan
Ia pergi bersama bunga putihnya…
Tak mungkin ku rasakan lagi cinta yang sebesar itu
Dan cintaku pedanya selalu ada
Dan cintaku dengannya abadi.

DSNS/7 Mei 1993

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: