Terhentinya Sebuah Perjalanan

Sejauh mana kau melangkah
Hingga terlalu dini menabur harapan
Sejauh mana matamu memandang
Hingga menembus belahan langit

Selama ini hanya meratap
Menunggu awan menumpahkan emas
Menjelma sebagai kenikmatan
Yang akhirnya tinggal hayalan

Tanpa tujuan kau bicara
Tanpa rasa kau diterjang
Oleh pengapnya suasana
Yang menghina pendirianmu

Kata-kata tak kau hiraukan
Walau dalam sadar begitu malu dirimu
Terlalu tenggelam dalam ketidak perdulian
Kau buka semua tirai-tiraimu
Sekejab orang mengintip curiga
Ada yang tertawa menikmatimu
Ada ynag meludah membuang namamu
Tapi adakah yang berusaha untuk
menutup gerai tirai-tiraimu
Sebagai tanda dengan lentera temukanmu
Dalam lumpur kau menggapai-gapai
Namun tak mau menerima uluran tanganku.

DSNS/22 Januari 1994

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: