Ironika Dendam

Terimakasih semuanya
Karena telah menghinaku
Telah menggangguku
Terimakasih atas pengertiannya
Dengan merajam sekujur tubuhku
Dengan segala yang menyakitkan

Dan terimakasih atas ketidak perdulian
Yang selalu ku dapati
Terimakasih atas pelajaran dosa
Terimakasih telah membuatku begini
Terimakasih untuk tidak menghiburku
Terimakasih untuk hidangan deritanya
yang beraneka ragam
Karena mesti ku cicipi
Dan mesti ku nikmati
Terimaksih telah menghinaku

Tapi, bagaimana dengan dendam
bagaimana dengan darah yang terus memanas
Bagaimana dengan dendam…
Bagaimana dengan pembalasan

Aku ingin melihat mereka terluka
Di raga dan jiwanya
Aku ingin melempar mereka jauh-jauh
Aku ingin mendengar ratapan tangisnya
Aku ingin semuanya berterimakasih kepadaku
Karena pembalasan itu

DSNS/14 Desember 1998

2 Responses to Ironika Dendam

  1. riripinkygirl says:

    Tapi,,,
    ikhlas itu lebih baik, lebih mulia, dan lebih menenangkan lho,,,!!!

    Ikhlasi itu indah…
    Percayalah,,,

    xat:
    Yup betul sekali
    Itu sebenarnya cuma puisi lama, tapi nasehat mbak riri baik sekali
    Maksih ya ud bales berkunjung 🙂

  2. riripinkygirl says:

    Yups,,,,
    Sama2 ya,,, ^^

    Nice to be ur frenz,,, ^^

    Aku link ya blognya,,,

    xat:
    Siiip lah 🙂
    Kalo gitu kita sama2 nge-link deh, biar gampang mampirnya lagi 😆

    salam persahabatan selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: