Evolusi Asal Mula Buku

§

uluhan ribu judul buku yang menyerbu pasaran dunia setiap tahun menunjukkan bahwa buku tak bisa dipisahkan dengan masyarakat modern. Berbagai jenis isi dan format menempatkan buku sebagai produk non-periodik yang paling banyak diterbitkan. Walaupun,  semenjak meluasnya penggunaan internet bagi kebutuhan informasi perlahan seperti hendak menggeser dominasi buku pada umumnya. Apalagi dengan maraknya buku-buku elektronik atau disebut juga e-book telah banyak tersebar luas di dunia maya.

Bagaimanapun kita tak bisa begitu saja melupakan sejarah dari buku itu sendiri. Begitupun, sungguh sulit untuk melacak kapan lahirnya bentuk tertua dari segala jenis penerbitan itu. Dengan penelitian yang tak putus-putusnya para arkeolog berhasil merumuskan ciri-ciri kahas buku masa prasejarah. Misalnya, fungsinya sebagai alat komunikasi yang menggunakan sistem penulisan atau lambang visual (seperti gambar atau notasi lagu) dan dibuat dalam jumlah cukup banyak.

Melihat ciri-ciri tersebut, didapatkan tonggak waktu saat masyarakat prasejarah mulai mengenal tulisan, yaitu ± 4000 tahun SM (Sebelum Masehi). Sejauh itu juga belum bisa ditentukan tenggang waktu saat manusia membuat buku pertamanya dan bagaimana bentuknya.

Lempengan tanah liat zaman Mesopotamia

Lempengan tanah liat zaman Mesopotamia

Lempengan tanah liat zaman MesopotamiaPada situs kota-kota kuno ditemukan ratusan ribu lempengan tanah liat atau batu dengan torehan karakter huruf diatasnya. Melihat letak penemuannya di wilayah Mesopotamia, disimpulkan bangsa Samaria, Babilonia, dan Syria kuno adalah pelakunya.

Meski bentuk dan ukurannya bermacam-macam, umumnya lempengan tipis itu berbentuk persegi empat dengan panjang ± 12,5 cm, Menurut perkiraan, penulisan dilakukan pada saat lempengan itu masih agak basah dengan menggunakan pena atau jarum. Karakter huruf yang dibuat pun sangat kecil, hingga semua pesan bisa dimuat hanya dalam satu lempengan.

Meski juga digunakan untuk dokumen pribadi, lempengan yang ditemukan dalam kondisi baik di kota-kota kuno tersebut biasanya merupakan arsip pemerintahan, dokumen perdagangan swasta, serta duplikat naskah-naskah sastra kuno. Menilik peran pentingnya buku “lembaran” lempeng tanah liat, tak heran bila ia digunakan selama 2000 tahun.

Papirus (papyrus)

Papirus (papyrus)

Buku yang lebih  muda berikutnya adalah gulungan papirus, yang menurut salah satu bukti penemuannya diperkirakan sudah lahir di Mesir tidak kurang dari ± 2500 tahun SM. Gulungan papirus pun sering “disahkan” sebagai nenek moyang langsung buku modern, bagaimana tidak, karena lembaran papirus dari tanaman yang banyak tumbuh di lembah Sungai Nil itu di nilai identik dengan lembaran kertas. Lembaran yang rata-rata lebarnya ± 12,5 – 15 cm itu disambung-sambung sehingga membentuk gulungan yang panjang. Selanjutnya tinta tinta berwarna-warni pun dicoretkan dibagian dalam gulungan “buku” yang memang lebih rapuh dibandingkan dengan buku dari lempengan tanah liat.

Perkamen

Perkamen

Masih berbentuk gulungan, buku selanjutnya menggunakan bahan perkamen dari kulit anak sapi. Dengan ukuran lebih lebar dibandingkan dengan papirus, perkamen tertua yang pernah ditemukan diduga berasal dari tahun 24 SM.

Suatu revolusi bentuk buku terjadi, ketika muncul “buku” perkamen akordeon atau berlipat-lipat seperti badan kipas. Dibandingkan repotnya menarik gulungan perkamen, lipatan-lipatan yang mudah ditarik-ulur tersebut sangat memudahkan orang membuka bagian-bagian “buku” atau menemukan topik yang dibacanya. Para ahli sangat yakin, bentuk akordeon inilah yang selanjutnya berkembang menjadi buku modern.

Permulaan abad 2, tepatnya ± tahun 104 M, kembali sejarah perbukuan digemparkan dengan munculnya kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina. Namun penerbitan dalam arti seperti yang dilakukan pada dunia modern baru terjadi setelah kertas beredar ke masyarakat Barat pada tahun 751. Inovasi baru perpaduan kertas dan “buku” akordeon melahirkan buku modern seperti yang kita kenal sekarang.*

Sumber : Intisari, Wikipedia, dan sumber lainnya

One Response to Evolusi Asal Mula Buku

  1. damayanti829 says:

    infonya sangat bermanfaat gan, baru tau kalo bentuk buku pertama kali adalah lempengan yang terbuat dari tanah liat pada jaman mesopotamia, kemudian menggunakan papirus yang berasal dari dedaunan lalu perkamen yang berasal dari kulit anak sapi , dan dari situlah bentuk buku lebih di sempurnakan lagi seperti yang kita gunakan saat ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: