Bahasa Prokem

§

Masih ingat dengan bahasa prokem? Bahasa yang pernah populer digunakan dalam pergaulan anak muda Jakarta pada era tahun 80-an hingga awal 90-an. Coba baca dialog berikut ini:

Bedul : "Kenokap lu sendokiran di lokur?"
Jaki  : "Lagi nunguin bokin."
Bedul : "Emang kemoken doi?"
Jaki  : "Doi bilang sih jokal-jokal ke snokay sama sedokurnya."

Bagi pembaca yang lahir tahun 90-an kemungkinan tidak paham dengan dialog diatas, atau justru malah jadi geli membacanya. Tapi ada baiknya kita menelusuri sedikit mengenai bahasa yang kadang disingkat “okem” ini.

Bahasa ini kemungkinan dahulu muncul dari kalangan preman* jalanan yang berusaha agar pembicaraan mereka tidak mudah dimengerti orang lain (lebih-lebih terhadap aparat kepolisian). Dengan cara itu para preman dapat lebih mudah berkomunikasi dengan kelompoknya untuk melakukan setiap kegiatan.  Tidak diketahui dari siapa dan dari mana bahasa ini berawal.

Bahasa ini akhirnya berkembang menjadi bahasa yang sering dipergunakan kalangan remaja pada tahun 80-an. Bagi kalangan remaja pada saat itu, bahasa prokem cenderung dipakai untuk menunjukkan ekpresi rasa kebersamaan dan juga untuk menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok masyarakat yang lain.

Bahasa prokem sebenarnya bisa disebut juga bahasa OK, karena sesudah huruf awal sebelum huruf vokal selalu disisipkan “ok” dan suku kata atau satu huruf akhir dihilangkan. Misalnya seperti ini:

Prokem (Preman)
Awalannya
Pr-, disisipkan –ok-, dilanjutkan –em, –an dihilangkan.

Rokum (Rumah)
Awalannya
R-, disisipkan –ok-, dilanjutkan –um, –h dihilangkan.

Doku (Duit)
Awalannya
D-, disisipkan –ok-, dilanjutkan –u, –it dihilangkan.

Mokat (Mati)
Awalannya
M-, disisipkan –ok-, dilanjutkan –at, –i dihilangkan.

Mokal (Malu)
Awalannya
M-, disisipkan –ok-, dilanjutkan –al, –u dihilangkan.

Namun tidak selalu mengikuti aturan seperti contoh di atas, kadang malah menyimpang dari arti yang sebenarnya. Seperti contoh dibawah ini:

Rokar (Rokok)
Awalannya
R-, disisipkan –ok-, –okok diganti –ar.

Sedokur (Saudara)
Awalannya
Sed[Saud]-, disisipkan –ok-, –ara diganti –ur.

Atau pengembangan dari bahasa lain, seperti:

Bokep (BF=Blue Film atau film porno)
Awalannya B-, disisipkan –ok-, ditambah –ep [dialek dari konsonan “f”]

Ada juga yang malah membingungkan jika diartikan ke Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode OK tadi. Ada kemungkinan kata itu diambil dari bahasa daerah.

Dibawah ini adalah daftar beberapa kosakata bahasa prokem yang berhasil terhimpun:

Kosakata Artinya
Berokap Berapa
Bokin Bini, Pacar
Bo’at Obat
Bo’il Mobil
Bokap Bapak
Boke Miskin
Bokep BF/Film porno
Boker Berak
Bokis Bisa aja, busuk
Bokul Beli
Cimeng Ganja
Doi Dia
Doku Duit
Doski Dia
Gele Ganja
Gokil Gila
Jokal Jalan
Jokan Janda
Jokaw Jawa
Jokal Jalan
Jokul Jual
Kece Cakep
Kelokur Keluar
Keme Makan
Kemoken Kemana

Kosakata Artinya
Kenokap Kenapa
Kokay Kaya
Lokit Lihat/look it
Lokur Luar
Mokal Malu
Mokat Mati
Moker Merah
Ngokar Merokok
Nokip Minum alkohol
Nyimeng Hisap Ganja
Nyokap Ibu
Pembokat Pembantu/babu
Plokis Plisi/Polisi
Pokis Pisau
Prokem Preman
Rokar Rokok
Rokes Rese
Rokum Rumah
Sedokur Saudara
Sendokir Sendiri
Sepokat Sepatu
Sokap Siapa
Tokai Tai
Toket Tete/payudara
Toku Tua

Kehadiran bahasa prokem itu dapat dianggap wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja. Masa hidupnya terbatas sesuai dengan perkembangan usia remaja. Selain itu, pemakainnya pun terbatas pula di kalangan remaja kelompok usia tertentu dan bersifat tidak resmi. Jika berada di luar lingkungan kelompoknya, bahasa yang digunakannya beralih ke bahasa lain yang berlaku secara umum di lingkungan masyarakat tempat mereka berada. Jadi, kehadirannya di dalam pertumbuhan bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah tidak perlu dirisaukan karena bahasa itu masing-masing akan tumbuh dan berkembang sendiri sesuai dengan fungsi dan keperluannya masing-masing.

Hingga saat ini bahasa Prokem sudah jarang sekali digunakan oleh kalangan anak muda sekarang. Sisa-sisanya mungkin seperti : nyokap, bokap, bokep, toket, gokil, boke yang kadang masih kita dengar dari dialog remaja sekarang. Itupun juga hanya tinggal menunggu kepunahannya saja seiring dengan berkembangnya bahasa pergaulan baru atau lebih disebut juga “bahasa gaul”.

Semoga artikel ini dapat sedikit mewakili kerinduan akan masa-masa ketika bahasa prokem pernah mewarnai pergaulan.*XAT

XAT

12 Responses to Bahasa Prokem

  1. Ed Vos says:

    Kata preman diambil dari bahasa Inggris yaitu “freeman” yang artinya “orang yang bebas”.

    Mas, trima kasih untuk karangan ini. Menurut saya kata “preman” orang Indonesia sudah kenal waktu jaman Belanda
    “”Vrij man”.
    Waktu itu seorang “Mardijker” menjadi een “vrij man” kalau dia pindah agama, dengan kata lain menjadi Kristen: jadi “seorang merdeka” menjadi preman 🙂

    xat:
    thanks atas infonya 🙂

  2. alid abdul says:

    whehehehe… mantaps..

    xat:
    thanks
    salam kenal ya… 🙂

  3. Mantab bos 🙂 thx infonya

    xat:
    yup.. sama2

  4. memble says:

    baru tahu asal usulnya

  5. suklowor says:

    kaya bahasa planet ya…

    tapi bagus juga mas infonya

    xat:
    thanks. smoga bermanfaat 🙂

  6. video bokep says:

    weewww.. info yg bermanfaat buatku, makasih mas…

    • dsns says:

      sama2 🙂

  7. Rempakem says:

    Mantep, ogut suka neh sama artikel nya.

  8. Marakew says:

    Di update lagi dunk.

  9. john says:

    wah … mantep dah
    ane baru tahu nih asal bahasa
    kirain prokem itu kempro (menjijikkan)
    ternyata artinya preman toh

  10. Ping-balik: Inilah Kamus Gaul Bahasa Senayan | Masih Hangat

  11. Bang Uddin says:

    Izin kopas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: