Takdir Cinta

Jarak yang jauh memisahkan kita

Bukannya kau tidak mencintaiku

Saat aku muncul dihadapanmu

Tapi karena kita saling mencintai

Namun tahu bahwa

takdir akan selamanya memisahkan kita

XAT

Menemanimu Disini

Tersentuh lemahnya perasaanmu
Membuat hatiku terharu
Ketika senja kian luruh
Bersama hatimu yang keruh

Tak kuasa, aku enggan untuk pergi
Tatapan sendumu menahan ku disini
Untuk selalu setia menemani
Menghabiskan malam yang dingin ini.

DSNS/4 Desember 2008

Tinggal Bayanganmu

Di rayu bayangan diremang malam
Ketika diusap rasa rindu yang mendalam

Tiada habis ku peluk bayanganmu
Di antara bintang-bintang yang berkilau

Lemahnya angin mengelus ingatanku
Dingin pun menggetarkan fikiranku

Aku tersadar tiada lagi indahmu
Tiada lagi suaramu yang merdu

Ketika malam berganti pagi
Tiada indahmu yang ku nanti

Bayanganmu kini telah lenyap
Tak kan lagi aku berharap

Sudahlah semuannya tinggal kenangan
Semuanya telah ku tinggalkan.

DSNS/16 Januari 2009

Mengharap Cinta

Cinta,
Hanya impiankah yang kau berikan padaku?
Begitu murahkah harga dirimu?
Sehingga tiada lagi kemurnianmu?

Sungguh…
Aku merindukan ketulusan itu
Yang timbul dari hati yang terdalam
Dan penderitaan pun berakhir bahagia

Aku,
Menangis dalam kebimbangan cinta
Ketika aku tak kuasa meraih kenyataan
Memilikimu seperti mimpi

Dia,
Yang ku cinta dalam kegelapan
kemunafikan dibalik kerendahan diri
Ketika cinta tak lagi murni

Cinta,
Adakah kau membawa kau kepada dia?
Hingga aku merasakan cinta sesungguhnya
Dan kebahagiaan pun menyambutku.

DSNS/11 Juni 2003

Hanya Rindu

Damailah hati ini
Bila kecewa tiada lagi
Langit pun terlukis pelangi

Kerinduan akan cinta
menelangsa perasaan yang ada
Membangkitkan rasa kecewa

Tirai hati tersibak
Tercium wangi bunga semerbak
Kerinduan ini semakin terkuak

Tak sanggup lagi bermimpi
Habislah rasa untuk menanti
Ketika rindu menusuk hati

Rindu ini menjadi hayalan
Begitu semu dalam ingatan
Biarlah melebur bersama kenangan

DSNS/31 Desember 2008

Bijak

Teranglah cahaya bagi kejujuran
Biarkan membias di setiap hati nurani
Agar setiap ucapan adalah kekuatan
Dan kebijaksanaan pun menjadi sejati

Ketika dingin mereguk kehampaan
Dan tiada kehangatan di dalam hati
Itulah saatnya cinta kasih memberi harapan
Dan kebijaksanaan pun tetap sejati

Angin pun menghempas keteguhan
Kekuatannya luluh menghujam bumi
Keikhlasan menggenggam erat keyakinan
Kebijaksanaan pun tak akan pergi

Terlalu sedikit wangi aroma kedamaian
Di saat kebencian datang mendengki
Segala ucapan berhembus aroma kebusukan
Kebijaksanaan menjadi tiada berarti lagi

Redupnya lentera menunggu kematian
Bayang-bayang Kegelapan sudah menanti
Masih ada sedikit cahaya membuka keinginan
Dari kebijaksanaan yang selamanya abadi

DSNS/31 Desember 2008

Temaram Desember

Rintik hujan di malam hari ini
Mengusik hati yang sedang sunyi
Begitupun hembusan angin
Selaras bersama hatiku yang dingin

Aku disini menikmati sendiri
Irama suara hujan seperti melodi
Yang mengalunkan harapan dan cinta
Yang membisikkan kesedihan dan derita

Ketika hembusan angin gentarkan aku
Dinginnya menusuk sampai ke kalbu
Rasanya ingin aku tinggalkan
Temaram desember dikala hujan

Aku tegarkan meski hujan menerpa
Seperti merindu cinta, tiada bedanya
Ketika hujan enggan berhenti
Temaram desember aku sendiri

DSNS/30 Desember 2008