Rindu Seruni

Resah mengusap malam sunyi
Bersama desah angin ringan menemani
Sesekali menggaruk kepala dan kaki
Sudah sebulan mungkin tak mandi

Didepan gubuk reyot itu sedang duduk sendirian
Matanya yg bening memantulkan sinar rembulan
Seruni, ketika ku hampiri memberikan senyuman
Seruni, ketika menunggu sang ibu pulang…

Sebentar katanya tapi tak juga kembali
Sabar katanya tapi tetap saja ibu pergi
Menunggu disini dari bangun pagi
Perut lapar belum juga bisa di isi

Menengadahkan wajah menatap kegelapan
Sesekali memandang ke sudut jalan
Lewat situlah ibu pulang membawa makanan
bersama segala kasih sayang dan kehangatan

Tenanglah sobat kecilku
Aku disini menemanimu
Sambil menunggu ibumu
Ku bawa makanan untukmu
Makanlah jangan malu-malu

Lapar dari pagi malah enggan menyuap makanan
Bukannya mereguk air malah melirik sudut jalan
Lauk belum habis malah dibungkus dan disimpan
Buat ibu katanya, biar ikut merasakan…

Aku pun terharu
mendengar ucapan itu
Begitu polos dan lugu
Jujur tanpa ragu

Di tengah malam yang dingin ini
Ku tunjuk rembulan untuk Seruni
Gadis kecil menunggu ibu kembali
Tenanglah ada rembulan menemani

DSNS/07 Maret 2009

Manusia Khilaf

Warna yang gelap melukis kalbu
Melamurkan pandangan hati
Dalam senyap tak mau berlalu
Hingga tiba jiwaku berhenti

Bertahun sudah merengkuh kebebasan
Bertahun pula di hujam kesepian
Tiada seorang pun yang tahu kenapa
Tiada seorang yang mau berkata

Aku adalah manusia khilaf
Yang memohon-mohon sejuta maaf
Kepada Tuhan Maha Kuasa
Untuk sudi melenyapkan derita.

DSNS/8 Februari 2009

Menemanimu Disini

Tersentuh lemahnya perasaanmu
Membuat hatiku terharu
Ketika senja kian luruh
Bersama hatimu yang keruh

Tak kuasa, aku enggan untuk pergi
Tatapan sendumu menahan ku disini
Untuk selalu setia menemani
Menghabiskan malam yang dingin ini.

DSNS/4 Desember 2008

Percaya Siapa?

Siapa percaya siapa
Ketika tiada satupun yang dapat dipercaya

Berkata kepada siapa
Ketika tiada telinga yang mau mendengar

Siapa yang tahu siapa
Kalau tiada siapapun yang perduli

Kepada siapa harus percaya
Kalau tidak mau lagi percaya kepada siapa-siapa

Membuat siapa pun tak akan percaya
Siapa percaya siapa.

DSNS/23 Januari 2009

Tinggal Bayanganmu

Di rayu bayangan diremang malam
Ketika diusap rasa rindu yang mendalam

Tiada habis ku peluk bayanganmu
Di antara bintang-bintang yang berkilau

Lemahnya angin mengelus ingatanku
Dingin pun menggetarkan fikiranku

Aku tersadar tiada lagi indahmu
Tiada lagi suaramu yang merdu

Ketika malam berganti pagi
Tiada indahmu yang ku nanti

Bayanganmu kini telah lenyap
Tak kan lagi aku berharap

Sudahlah semuannya tinggal kenangan
Semuanya telah ku tinggalkan.

DSNS/16 Januari 2009

Kepada Pengemis Yang Terlelap

Maafkan aku sobat,
Biarkan kau tertidur berselimut debu
Biarkan nyamuk-nyamuk terus mengganggu
Biarkan nafasmu melenguh lembu
Biarkanmu dihujam lapar bagai sembilu

Maafkan aku sobat,
Hanya memandangimu dari kejauhan
Hanya memandangmu di lebur aspal jalanan
Hanya melihatmu begitu legam kehitaman
Hanya menatapmu di hempas harapan

Maafkan aku sobat,
Rasanya aku harus segera pergi
Waktu ku sudah cukup sampai disini
Ini ku titip uang untukmu di sisi
Aku berharap kita tak akan bertemu lagi.

DSNS/11 Januari 2009

Mengharap Cinta

Cinta,
Hanya impiankah yang kau berikan padaku?
Begitu murahkah harga dirimu?
Sehingga tiada lagi kemurnianmu?

Sungguh…
Aku merindukan ketulusan itu
Yang timbul dari hati yang terdalam
Dan penderitaan pun berakhir bahagia

Aku,
Menangis dalam kebimbangan cinta
Ketika aku tak kuasa meraih kenyataan
Memilikimu seperti mimpi

Dia,
Yang ku cinta dalam kegelapan
kemunafikan dibalik kerendahan diri
Ketika cinta tak lagi murni

Cinta,
Adakah kau membawa kau kepada dia?
Hingga aku merasakan cinta sesungguhnya
Dan kebahagiaan pun menyambutku.

DSNS/11 Juni 2003